Senin, 14 November 2011

gambar penemu dan mesin cetak pertama kali di dunia


perkembangan teknologi komunikasi

Karena Eropa Barat baru mengenal kertas pada abad ke-12, sedangkan
mesin cetak baru dikenal pada abad ke-15 maka pengembangan perpustakaan berjalan lambat. Ketika kertas sudah dikenal, sedangkan teknik pencetakan
masih primitive, di Eropa Barat dikenal sejenis terbitan bernama incunabula
yang berarti buku yang dicetak dengan menggunakan teknik bergerak
(movable type) sebelum tahun 1501. Pengaruhnya bagi perpustakaan adalah
perpustakaan terutama di Eropa hanya menyimpan naskah tulisan tangan
lazim yang disebut “manuskrip”. Makrip ini umumnya berbentuk gulungan,
disebut scroll.
Di Eropa Barat sekitar tahun 1440 tatkala Johann Gutenberg dari kota
Mainz, Jerman mencetak buku dengan tipe cetak gerak. Setiap aksara dilebur
ke dalam logam, kemudian dipindah ke dasar mesin pres lalu diberi tinta.
Kemudian ditaruh kertas di atasnya lalu digulung dengan lempeng pemberat.
Sejak penemuan Gutenberg ini (sebenarnya penemuan untujk kawasan Eropa)
pembuatan manuskrip yang semula ditulis tangan, kini dapat digandakan
dengan mesin cetak. Karena teknik pencetakan yang masih sederhana ini maka
hasilnya pun masih sederhana dibandingkan dengan buku cetakan masa kini.
Buku yang diterbitkan semasa ini hingga abad ke-16 dikenal dengan nama
incunabula.
Mesin cetak penemuan Gutenberg kemudian dikembangkan lagi
sehingga mulai abad ke-16 pencetakan buku dalam waktu singkat mampu
menghasilkan ratusan eksemplar. Hasilnya bagi perpustakaan ialah terjadinya
revolusi perpustakaan artinya dalam waktu singkat perpustakaan diisi dengan
buku cetak. Revolusi yang mirip sama terjadi hampir 400 tahun kemudian
ketika buku mulai digantikan bentuk elektronik. Dari Jerman, mesin cetak
kemudian tersebar keseluruh Eropa, kemudian dibawa lagi ke Asia tempat asal
usul mesin cetak.
Mesin cetak yang diasosiasikan dengan buku menimbulkan dampak
sosial yang besar. Misalnya, bila sebuah negara berada di bawah kekuasaan
yang mutlak, berbagai pengarang menulis buku dengan tujuan menentang
tirani. Hal ini sering berakhir dengan pelarangan buku yang menentang
kekuasaan, alasan lain menulis buku ialah untuk mata pencaharian. Banyak
orang hidup hanya dari menulis buku saja. Misalnya, para sastrawan dan
penulis novel. Alasan lain menulis buku ialah melakukan komunikasi formal
antara penulis dengan pembacanya.

sejarah perkembangan teknologi komunikasi yang ada di dunia

SESUDAH MASEHI
Hingga sekitar tahun 700-an Masehi, papyrus masih digunakan sebagai
bahan tulis, kemudian mulai digunakan bahan lain seperti kulit binatang.
Sekitar abad pertama Masehi, sejenis bahan yang mirip dengan kertas yang
kita gunakan saat ini telah ditemukan di Cina. Namun karena pengetatan yang
dilakukan penguasa Cina terhadap semua benda yang keluar masuk dari Cina
maka penemuan kertas itu tidak dikenal di Eropa hingga tahun 1150-an.

Sebelum itu, Eropa menggunakan kulit binatang sebagai bahan tulis, misalnya
mereka membuat alat tulis dari kulit kambing, domba, biri-biri, sapi, dan
binatang lain yang disebut parchmen. Parchmen sebenarnya berasal dari kata
“pergamuan” sebuah kota kecil di Asia Kecil tempat parchmen pertama kali
digunakan. Parchmen digunakan untuk bahan tulis sebelum kertas ditemukan.

Bahan tulis lain disebut vellum, tersebut dari kulit sapi atau kambing,
digunakan untuk menulis dan menjilid buku.

sejarah perkembangan teknologi komunikasi yang ada di dunia

SEBELUM MASEHI
Disebutkan diatas bahwa manusia berusaha mencatat kegiatannya
dengan cara memahatkannya pada kayu, batu, dan lempengan. Lambat laun
catatan itu dianggap kurang praktis karena sulit digunakan dan sukar
disimpan. Karena catatan pada batu atau lempengan tanah liat itu dianggap
kurang praktis, manusia berusaha menemukan alat tulis yang lebih baik
daripada alat tulis periode sebelumnya.
Pada sekitar tahun 2500 sebelum Masehi, orang Mesir mendapatkan
sebuah temuan sederhana tapi memiliki pengaruh besar bagi peradaban
manusia, yaitu penemuan bahan tulis berupa papyrus yang dibuat dari sejenis
rumput yang tumbuh di sepanjang sungai Nil. Rumput tersebut dihaluskan
dengan cara ditumbuk lalu diratakan, kemudian dikeringkan dan digunakan
untuk menulis dengan menggunakan pahatan dan tinta. Dari kata papyrus itu
berkembanglah istilah paper, papiere, papiros yang berarti kertas. Penemuan
kertas dari rumput papyrus ini dianggap penting bagi manusia karena serat
selulosenya merupakan landasan kimiawi bagi pembuatan kertas zaman modern.

Rabu, 09 November 2011

my model rizka

hunting bareng rizka menghasilkan sebuah hasil yang bagi gw cukup memuaskan....dimana jepretan kali ini gw namain ijolumut....karena hasil dari jepretan gw ini,sedikit gw mainkan dengan penggabungan warna hijau salah satu warna favorit gw.
hehhehehehehehehhehehe

thank's to rizka yang dah mau jd model foto gw